Showing posts with label renungan. Show all posts
Showing posts with label renungan. Show all posts

February 06, 2013

Move On!


Sudah lama sekali, saya tidak menulis. Mungkin sudah 4 bulan lebih berlalu. Banyak hal yang telah menggangu aktivitas itu. Salah satunya adalah baru saja lulus kuliah, dan bekerja parttime mengajar. Selain itu,  Saya melanjutkan ke program studi biokimia IPB, sama seperti jenjang sarjana kemarin. Entah saya simpulkan itu kesibukan yang menyita waktu menulis, atau saya hanya mencari alasan saja. Yah, anggap saja

March 03, 2012

Masa Depan = Masa Kini

the20future1Kawan, seberapa seringkah kita membayangkan masa depan? Masa depan yang ada untuk diri kita. Seberapa inginkah kita sukses di masa depan? Pasti kita merasa ingin sekali, dan tidak ada yang menghalanginya.

Tapi, kawan.. seberapa seringkah kita memikirkan apa yang kita lalui sekarang?

May 16, 2011

Bermanfaat Bagi Orang Lain

Berbagi tentang kehidupan dan bermanfaat bagi orang lain. Kalimat itu memang seringkali membuatku tertegun. Apakah hari ini saya sudah bermanfaat untuk orang lain belum? Unik memang rasa ini. Mungkin ini anugrah tuhan, ke hati saya. Ini adalah sebuah jalan saya untuk berbahagia. ^_^

Jika lebih ditelisik satu per satu dalam hati yang terdalam (lebaiii) rasa itu sering kali hadir tatkala ada orang lain mengalami kesulitan yang sangat. Seandainya saja saya memiliki kekuatan diluar batas orang pada biasanya, saya ingin sigap membantu orang dimanapun dia berada. Layaknya superhero, tapi pada kenyataannya saya sendiri belum bisa totalitas membantu orang lain. Keinginan ini memang besar. Tapi apa daya, saya bisa membantu semampu saya.

Hal yang sering membatasi diri saya adalah kemampuan. Kemampuan untuk membagi waktu, kemampuan untuk membagi rizki Allah, dan kemampuan untuk selalu ada untuk orang lain. Saya ingin sekali keluar dari batas-batas itu. tapi, itu semua tidak menghalangi untuk membantu orang sekemampuan saya.

Berbagi, melihat teman dan orang lain tersenyum adalah sesuatu kebahagiaan yang tak ternilai. Poin ini lah yang selalu saya kejar. Selain, beribadah dan mengharap ridhoNya. Mudah-mudahan niatan hidup ini akan selalu membuat saya berbahagia. Tak sedih sedikitpun. Berkah dimanapun saya berada. Amien.

Kawan, sudahkah kita bermanfaat untuk orang lain? Yuk!! Minimal senyum saja setiap hari setiap ketemu orang lain, adalah sedekah. Nikmat bukan kehidupan seperti itu? saya juga ingin. Ayoo.

Salam, Azmi Azhari

May 14, 2011

Sebuah Doa Sebelum Mati

Ya Allah, kematian ini terasa semakin dekat.
Semakin lama, aku rasakan semakin mengisi ruang hidupku.
Ya Allah, aku takut.
Aku takut, jika nanti aku tak mampu mempertanggung jawabkan amalanku.
Aku takut, jika amalanku berisikan dosa dan nista.
Sedangkan, kebaikkanku hanyalah sedikit.
Ya Allah, dengarkanlah isi hati hamba.

Jangan Engkau akhiri hidup hamba saat hamba sedang jauh padaMu.
Dekatkanlah hamba pada khusnul khatimah. Akhir kematian yang baik.
Ampuni dosa hamba, tunjukkan hambaMu ini jalan yang lurus.
Hamba tak sanggup menahan adzabMu.
Hamba ini orang yang lemah.
Ampuni hamba Ya Rabb.

Hamba ingin menangis setiap malam.
Setiap detik, setiap menit dan setiap jam.
Hamba merasakan engkau Jauh.
Jauh sekali dengan hamba.

Apakah hamba ini pantas mendapatkan kebaikkan disisiMu?
Hamba hanya manusia nista yang rendah.
Tapi, hanya kepadaMulah hamba bersimpuh.
Karena Engkau adalah segalaNya.
Ampuni.. Ampuni hamba Ya Rabb. Amien.



April 05, 2011

[pelajaran kehidupan] belajar dari penjual ketoprak


              Kawan, kehidupan adalah sesuatu yang unik. Kehidupan manusia seringkali banyak hal kompleks yang ditemui. Mulai dari kesulitan hidup, menemukan hikmah, sampai dengan pelajaran kehidupan. Berbicara kehidupan, saya baru saja kemarin malam berbicara dan mewancarai tukang jual ketoprak (tentunya sambil beli ketoprak :) ). Entah karena iseng atau bagaimana, seringkali saya merasa ingin mengenal orang disekitar saya. Sehingga, saya sering memulai obrolan dengan apapun. Dulu, waktu saya akan mengikuti acara keakraban jurusan (Departemen Biokimia red.), saya juga pernah mengobrol bersama supir angkot. Lagi-lagi berbicara tentang kehidupan. Unik memang rasa keingintahuan saya. Mungkin, motivasinya karena saya ingin mencari pelajaran kehidupan yang amat berharga sehingga saya tidak tersesat nantinya. Nanti akan saya bahas di tulisan yang berbeda mengenai kehidupan supir angkot.

Memang sudah lama saya mengenalnya. Karena ketika awal saya menemuinya, saya memakai plat nomor motor E dan ditanya asal. Ternyata kami satu marga yaitu jawa (Dia Tegal, saya cirebon). Mang Bejo namanya dan begitu pula orang memanggilnya. Kawan IPB yang ingin tahu, lokasinya tepat di depan pondok AA BATENG. Singkat cerita saya memulai pembicaraan dengannya mengenai susahnya mencari uang. Mungkin saya memilih topik ini, karena teringat saat sulitnya pencarian dana untuk field trip kelas. Lain kali juga akan saya ceritakan pelajaran kehidupan tentang sulitnya mencari uang.

“mang, susah ya cari uang?” kataku.

“Wah bener banget tuh mas, apalagi zaman sekarang. Dulu waktu saya masih SD, untuk makan saja saja saya susah. Saya malu dari dulu minta sama orang tua. Karena saya melihat orang tua saya susah!”

Saya jadi tertegun dan teringat orang tua saya. Betapa perjuangan kerasnya mencari uang.

“Wah masa mang? Itu dulu gimana?”

“Dulu saya, jadi kuli sawah mas. Macem-macem, bantu pacul, pokonya banyak mas!”

“Wah, hebat ya mang. Dari kecil sudah mandiri!”

“ya, mau gimana lagi mas. Saya mah orang gak mampu. Mas mah enak bisa sekolah tinggi sampai sekarang!”

Sayapun kembali tertegun mengingat keberuntungan saya bisa sekolah sampai sekarang.

“Mang, punya anak?” tanya saya.

“punya mas, masih kecil cowo sama cewe!”

“wah, masih kecil ya mang? Anaknya disuruh jadi wirausaha aja mang! hehe”

“Wah susah mas masih kecil. Anak yang kecil cewe maunya jadi bidan aja mas!”

“Bidan? Wah bagus tuh mang. Sekolahin aja mang. Terus cari beasiswa pasti banyak”

“iya mas, tapikan beasiswa mah buat orang pinter!”

“bisa kok mang! Selain itu, jujur aja sama pihak sekolah kalo kita gak mampu!”

“wah, bener ya mas. Emang mah cuma bisa nasehatin, soalnya susah mas cari uang, apalagi buat sekolah yang biayanya tinggi!”

“iya mang, bisa lah asal ada keinginan”

“Mang, pergaulan anak jaman sekarang kacau ya mang?” tanya saya.
“ini mah gara-gara tipi mas!”

“wah, gara-gara akses informasi begitu mudahnya, Internet juga mang!”

“benar banget ya. Harus hati-hati mang juga. Anak tuh, udah hobi maen mulu. Dulu pernah kepergok gak sekolah gara-gara game online! Anak mang, mang hukum aja, masukin WC!

“hehe.. asal jangan keras-keras mang. Suka membekas mang!”

“iya, mas. Jangan ampe deh nanti pas mang udah tua anak balas dendam!”

“hehe, bener mang!”
 
Banyak sekali yang kami obrolkan. Sampai-sampai terakhir, saya menanyakan tentang berapa pendapatannya seharian. Pendapatannya kalau lagi rame bisa untuk sampai 100rb. Tapi kan saat libur, dia bisa tidak dagang karena mahasiswa jarang ada.
 
Kawan, begitulah singkat cerita yang baru saja saya alami. Kehidupan memang penuh dengan lika-liku dan warna. Ada saatnya susah, ada saatnya bahagia. Manusia hanya mampu berusaha pada akhirnya Tuhanlah yang menentukan.
 
Susahnya cari uang, susahnya mendidik dan membesarkan anak, dan masih banyak yang saya dapatkan hari ini. Begitu banyak hikmah dan pelajaran kehidupan. Saya jadi teringat nasihat orang tua. Nasib seseorang ditentukan oleh dirinya sendiri.
 
Kawan, ayo kita berbagi tentang kehidupan. Tuliskan apa yang terjadi disekitarmu dan berbagilah. Niscaya banyak kawan yang lain mendapatkan hikmah.
Salam,
Redaksi Ruang Tulisan

March 29, 2011

(RENUNGAN #2) Bingung? Dekati Tuhan Saja!

Bingung atau bimbang adalah sebuah bagian dalam hidup yang tidak bisa terelakan. Kebingungan sering diderita oleh orang yang sedang memilih sesuatu untuk pilihan hidupnya. Mungkin hal ini terjadi, karena begitu banyak pilihan atau faktor lain. Pilihan yang dipilih itulah yang seringkali membuat bingung dan bimbang.

Kita sebagai manusia, perlu adanya meminta petunjuk padaNya. Dengan ini, manusia akan terkuatkan hatinya untuk memilih pilihan itu. Sifat manusia pada dasarnya adalah tidak bisa sendiri, selalu saja mencari tempat bergantung.

Tuhan adalah tempat kita bergantung. Tuhan adalah tempat kita meminta. Kita sebagai manusia haruslah mengerti bahwa kita tidak boleh sombong. Mungkin sekarang bagi kita, beberapa masalah mampu di hadapi. Tapi,ketika keadaan terjepit manusia seringkali berbuat diluar kendali.

Apa lantas Tuhan hanya untuk di pinta saat kita butuh? Bukan seperti itu. Tuhan harus di hadirkan dalam setiap pekerjaan kita. Dengan begitu hubungan kita dengan tuhan tidaklah jauh dan pekerjaan kita juga serasa lebih meyakinkan. Tuhan adalah segalanya untuk kita. Mintalah kepadanya untuk memberi petunjuk kepada kita. Niscaya akan dilancarkan.

Keep smile ^_^

March 23, 2011

[RENUNGAN #1] Waktu Masa Depan

Kehidupan sangatlah sarat dengan misteri. Apa yang terjadi di masa depan kita tidak tahu. Ketidaktahuan itu seringkali membuat kita menerka nerka apa yang terjadi kemudian.

Kita adalah manusia yang termasuk golongan itu. Kita tak tahu menahu tentang apa yang terjadi setelah ini.
Tuhan, Allah SWT maha tahu segalanya. Dialah yang menciptakan waktu ini dan berbagai dimensinya. Manusia adalah makhluk ciptaanNya yang buta. Buta tak tahu apa yang terjadi setelah ini. Namun, bukan berarti harus pasrah dan tak mau berusaha. Justru inilah yang menentukan apa yang terjadi nanti. Karena tuhan tidak akan merubah nasib seseorang sebelum dia merubahnya.

Sebuah renungan untuk waktu masa depan yang samar. Manusia haruslah berusaha. Janganlah sia-siakan hidup. Karena waktu ini semakin bergulir ke masa akhir kehidupan yaitu mati. Setelah itu, apa nian bisa diperbuat. Tak lagi mampu tuk mengulang. Dan hanya bertemankan amal dari kehidupan.