Showing posts with label curhat. Show all posts
Showing posts with label curhat. Show all posts

February 06, 2013

Move On!


Sudah lama sekali, saya tidak menulis. Mungkin sudah 4 bulan lebih berlalu. Banyak hal yang telah menggangu aktivitas itu. Salah satunya adalah baru saja lulus kuliah, dan bekerja parttime mengajar. Selain itu,  Saya melanjutkan ke program studi biokimia IPB, sama seperti jenjang sarjana kemarin. Entah saya simpulkan itu kesibukan yang menyita waktu menulis, atau saya hanya mencari alasan saja. Yah, anggap saja

May 27, 2012

Galau Skripsi

Malam ini, malam senin, tanggal 27 Mei 2012. Entah kenapa rasa “galau” kembali menyerang. Skripsi oh skripsi. Aku harus bisa bersahabat denganmu. Sebenarnya skripsi itu adalah “menulis” sama seperti menulis catatan ini. Tapi bedanya hanyalah isinya bukan sekedar “imajinasi” dan mengarang bebas.

Bulan ini memang saya berjuang dengan penelitian saya. Satu penelitian akhir ini menyita waktu hampir satu bulan lamanya. Tahapan penlitian ini seharusnya bisa dikerjakan dalam 1 minggu saja. Namun, karena harus mengulang. Akhirnya terus mengulang hingga ke empat kalinya lalu berhasil (presepsi saya). Saya harus bisa dan lulus bulan depan. Entah gimana caranya. Saya harus bisa langsung kuliah S2 tahun ini juga.

Sebetulnya saya bisa mengerjakan skripsi ini, namun rasa setan “malas” itu luarbiasa dahsyat menyerang. Sebetulnya saya bisa, dan seharusnya pasti bisa. Bangkit.. harus bangkit dan pasti bisa! Aminn..

Oh ya, satu lagi. Facebook bisa bikin sakit hati dan galau. Mendingan gak usah dibuka deh. Anti dulu sama facebook. Bisa-bisa kacau. Karena facebook menyita waktu dan selalu bikin galau, kalau2 ada apa-apa.

Sorry ya sobat, amy sekedar curhat pada catatan ini. Sebetulnya amy ingin berbagi pengalaman setiap kali, namun entah kenapa banyak halangan dari diri amy sendiri.

Malam ini cukup dulu, ingin istirahat. Besok mau bangun malam. Selamat malam sobat. Sudah lama nih amy gak nulis. Semoga sukses sobat yang baca tulisan ini.

Salam.

March 06, 2012

Birthday dan Menulis

Hidup 22 tahun? Saya kini mengalaminya. Tepat hari ini, saya melalui ini teman. Dua puluh dua tahun yang lalu, saya dilahirkan. 2012, tahun ini adalah tahun yang banyak resolusi dan keinginan bagi saya kawan!

May 04, 2011

NILAI UJIAN KECIL? YUK BERBAHAGIA.

Yuk usaha

Kawan, Hari ini saya ingin curhat. Bolehkan? curhat total terhadap apa yang terjadi. Ada kisah, seorang anak mahasiswa, belajar telah dengan sungguh-sungguh, bahkan hampir tiap malam belajar untuk mata kuliah itu, setelah melihat hasil nilai akhirnya, sangat menyedihkan. Dia kini sedang terpikuk, sendiri bersama langit-langit kamar yang membelenggu.

Seandainya saja waktu bisa terulang, katanya. Saya meringis merasakan apa yang ia rasakan. Rasanya tidak adil memang, ketika sudah berusaha dengan sekuat tenaga tapi hasil tidak memuaskan. Apalagi jika mata kuliah, menjadi sebuah prioritas utama. Nilai yang keluar, buruk sekali.

Jika ditelaah lebih lanjut, kisah ini memang seringkali terjadi. Mereka menamakan dirinya sebagai kaum minoritas yang selalu tertindas zaman. Zaman dimana kawannya mampu untuk mendapatkan nilai A disetiap matakuliah, tapi dia tetap saja dilevel bawah. Kalah kompetisi dan selalu demikian. Mereka menyalahkan terhadap apa yang ada disekelilingnya.

Jika dia mampu untuk merenung, pasti dia akan lakukan. Namun, saya melihat dengan kepala saya sendiri, dia terdiam. Terpojok butuh perhatian. “Apa yang terjadi kawan?” tanyaku kepadanya. Dia hanya tersenyum penuh misteri. misteri hati yang terkoyak. Dia mengatakan, “nilai saya hancur di mata kuliah itu!”

Ini dia sebuah distorsi. Ketidakseimbangan yang meradang.

Lalu, apa lantas hidupnya akan berakhir gara-gara hal itu?jelas sekali TIDAK. Jangan jadikan hal itu sebagai kesedihan yang mendalam. Sedih memang boleh, tapi sangat tidak direkomendasikan untuk terlalu larut.

Ini memang cobaan. Sebuah jalan untuk penempaan. Rasanya sangat menyakitkan bukan? ketika kita sudah belajar sungguh-sungguh, tapi nilai akhir hancur. tapi, kita sudah berusaha kawan. ini poin yang sangat penting. proses itulah yang akan selalu diingat. Ingatlah kawan, hidup bukan untuk sedih. Hidup diciptakan untuk berbahagia. Jangan sia-siakan dengan kesedihan yang mendalam. Lupakan saja kesedihan itu, jadikan sebuah pacuan untuk lebih baik lagi.

Tidak ada kata terlambat untuk berubah.

November 01, 2010

Belajar Itu Harus Dicicil!

        Saat ini aku sedang ujian tengah semester. Anak mahasiswa semuanya di ipb sedang mengikuti kegiatan ini. Mau tak mau, suka tidak suka, fase ini harus dijalani. Ujian adalah sebuah masa untuk uji coba hasil belajar selama setengah atau satu semester. Ujian bagi beberapa orang dianggap sebagai sensasi tersendiri, ada juga yang menganggap bahwa itu adalah momok yang ditakuti. Ditakuti karena belum belajar dan mempersiapkannya.
          Aku merasakan ketakutan sendiri saat mengalami fase yang tidak kuharapkan ini. Bagaimana tidak, keseharianku yang kurang terlalu fokus dalam kuliah, harus dipaksa untuk menguji kemampuanku. Tapi, aku yakin kalau aku mampu melewatinya walaupun entahlah hasilnya tak ketahui. Aku hanya positif thinking saja.
          Aku mendapatkan hikmah saat ini. Belajar untuk ujian itu tak bisa langsung mendadak total satu malam. Belajar yang baik adalah kekonsistenan dalam melakukannya. Menurut mahasiswa berprestasi biokimia, ka umul dan ka ferdi, baca saja mata kuliah di biokimia. Baca dan terus baca. Aku jadi mengerti. Otak memiliki kemampuan yang terbatas bila dipaksakan. Otak merasakan lelah jika tak mampu. Namun, jika otak terlatih untuk belajar dan terasah, aku yakin aku mampu dan semua pasti mampu. Aku akan berubah di pertengahan menuju UAS nanti. Semoga hikmah kali ini bisa jadi pelajaran buat semua.
          So, lakukan yang terbaik untuk dirimu. Tak hanya aku, tapi teman yang membaca tulisanku juga. So lets do it..

Salam,

Azmi Azhari