February 06, 2013

Move On!


Sudah lama sekali, saya tidak menulis. Mungkin sudah 4 bulan lebih berlalu. Banyak hal yang telah menggangu aktivitas itu. Salah satunya adalah baru saja lulus kuliah, dan bekerja parttime mengajar. Selain itu,  Saya melanjutkan ke program studi biokimia IPB, sama seperti jenjang sarjana kemarin. Entah saya simpulkan itu kesibukan yang menyita waktu menulis, atau saya hanya mencari alasan saja. Yah, anggap saja
itu semua alasan saya tidak menulis. Sebetulnya, jika memang ada niatan yang kuat, semuanya juga bisa terlaksana. Hanya saja, saya merasa hilang semangat untuk menulis lagi, dan memang tidak ada tujuan pasti, untuk apa harus menulis.

Pada hari ini, 6 Februari 2013. Saya diingatkan lagi, oleh orang tua saya untuk selalu senantiasa mengisi waktu luang dengan sebaik-baiknya. Bukan dibuang dengan sia-sia. Hari ini, saya merasakan bagaimana bingung ingin mengisi waktu dengan apa. Hati nurani saya, ingin berbuat sesuatu yang mendidik diri berbuat baik, tapi jiwa “setan” saya, menyuruh untuk bermain saja, atau menonton film. Satu kata yang saya hardik untuk diri saya adalah “Sang Pemboros Waktu”. Padahal kalau bisa dibilang, waktu itu sangat berharga. Dunia ini diberikan waktu sama Allah, jika terlewat, maka lewat saja. Hilang dan tidak bisa diulang.

Padahal jika, saya mau, semua fasilitas sudah ada. Laptop sudah ada, internet ada, listrik ada, kostan enak, tablet ada. Yang kurang itu adalah, saya tidak punya tujuan hidup. Mau dibawa kemana hidup ini. Entah kenapa, jiwa saya hanya merasakan untuk mengikuti kemana aliran hidup ini. Padahal jika aliran hidup dibawa ke arah yang buruk, semua orang juga bisa menjadi buruk. Begitu sebaliknya.

Hidup harus punya plot ke arah lebih baik, bukan ke arah sebaliknya. Jika nanti saya sudah tua, mungkin hanya bisa menangis, atas semua yang belum dilakukan. Entah kenapa, saya sedih membayangkannya.
Sudahlah, semua sudah berlalu. Jika ingin menjadi yang lebih baik, harus melangkah. Move on! Hidup bukan hanya sekedar bersenang, senang. Saya takut, semua kesempatan yang telah diberikan Allah, lenyap begitu saja, manakala jantung saya telah berhenti. Selagi masih sehat, selagi masih muda, selagi masih luang, selagi masih kaya, dan selagi masih hidup. Semua harus bisa dimanfaatkan.

Mulai saat ini, saya ikrarkan dalam diri saya, untuk selalu memberikan seluruh kemampuan saya untuk menggali potensi terbesar dalam diri, dan senantiasa berbuat baik untuk kehidupan. Tanpa itu, semua kosong. Saya harus melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk diri, keluarga, bangsa dan tentunya agama.

Salam Bahagia,
Amy Terra Verdiana
Azmi Azhari

No comments:

Post a Comment