Sudah lama sekali, saya tidak
menulis. Mungkin sudah 4 bulan lebih berlalu. Banyak hal yang telah menggangu
aktivitas itu. Salah satunya adalah baru saja lulus kuliah, dan bekerja
parttime mengajar. Selain itu, Saya melanjutkan
ke program studi biokimia IPB, sama seperti jenjang sarjana kemarin. Entah saya
simpulkan itu kesibukan yang menyita waktu menulis, atau saya hanya mencari
alasan saja. Yah, anggap saja
itu semua alasan saya tidak menulis. Sebetulnya, jika
memang ada niatan yang kuat, semuanya juga bisa terlaksana. Hanya saja, saya merasa
hilang semangat untuk menulis lagi, dan memang tidak ada tujuan pasti, untuk
apa harus menulis.
Pada hari ini, 6 Februari 2013. Saya
diingatkan lagi, oleh orang tua saya untuk selalu senantiasa mengisi waktu
luang dengan sebaik-baiknya. Bukan dibuang dengan sia-sia. Hari ini, saya
merasakan bagaimana bingung ingin mengisi waktu dengan apa. Hati nurani saya,
ingin berbuat sesuatu yang mendidik diri berbuat baik, tapi jiwa “setan” saya,
menyuruh untuk bermain saja, atau menonton film. Satu kata yang saya hardik
untuk diri saya adalah “Sang Pemboros Waktu”. Padahal kalau bisa dibilang,
waktu itu sangat berharga. Dunia ini diberikan waktu sama Allah, jika terlewat,
maka lewat saja. Hilang dan tidak bisa diulang.
Padahal jika, saya mau, semua
fasilitas sudah ada. Laptop sudah ada, internet ada, listrik ada, kostan enak,
tablet ada. Yang kurang itu adalah, saya tidak punya tujuan hidup. Mau dibawa
kemana hidup ini. Entah kenapa, jiwa saya hanya merasakan untuk mengikuti
kemana aliran hidup ini. Padahal jika aliran hidup dibawa ke arah yang buruk,
semua orang juga bisa menjadi buruk. Begitu sebaliknya.
Hidup harus punya plot ke arah
lebih baik, bukan ke arah sebaliknya. Jika nanti saya sudah tua, mungkin hanya
bisa menangis, atas semua yang belum dilakukan. Entah kenapa, saya sedih
membayangkannya.
Sudahlah, semua sudah berlalu. Jika
ingin menjadi yang lebih baik, harus melangkah. Move on! Hidup bukan hanya
sekedar bersenang, senang. Saya takut, semua kesempatan yang telah diberikan
Allah, lenyap begitu saja, manakala jantung saya telah berhenti. Selagi masih
sehat, selagi masih muda, selagi masih luang, selagi masih kaya, dan selagi
masih hidup. Semua harus bisa dimanfaatkan.
Mulai saat ini, saya ikrarkan
dalam diri saya, untuk selalu memberikan seluruh kemampuan saya untuk menggali
potensi terbesar dalam diri, dan senantiasa berbuat baik untuk kehidupan. Tanpa
itu, semua kosong. Saya harus melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk diri,
keluarga, bangsa dan tentunya agama.
Salam Bahagia,
Amy Terra Verdiana
Azmi Azhari

No comments:
Post a Comment