Showing posts with label cerita kuliah. Show all posts
Showing posts with label cerita kuliah. Show all posts

June 01, 2014

Tips Lulus Cepat Kuliah S2 di IPB


Kuliah master di IPB? mengapa tidak. Perguruan tinggi yang satu ini, tidak lagi diragukan kredibilitasnya. IPB adalah salah satu perguruan tinggi yang terbaik di Indonesia.

Saya melanjutkan studi master di IPB. Alhamdulillah saya lulus magister di IPB selama 1 tahun 9 Bulan. Hari ini sedikit berbagi bagaimana caranya agar lulus kuliah magister di IPB lebih efektif. Saya mengambil kuliah S2 di IPB mengambil magister BIOKIMIA. Saya masuk kuliah master sekitar agustus 2012 dan saya lulus Juni 2014 ini.

Berikut saya lampirkan tipsnya:

1. Segera mungkin dapat dosen pembimbing penelitian. (Apalagi yang punya proyek)

2. Setelah dapat pembimbing penelitian, segera daftarkan ke pasca tentang komisi pembimbing.

3. Segera mungkin bereskan judul penelitian dan tema penelitian beserta metodenya.
Selain itu, ikuti seminar di pasca buat cari inspirasi dan ngisi kartu kuning. ikuti juga berbagai kolokium sebagai syarat kolokium

4. Buat proposal dan konsultasikan ke pembimbing.

5. Begitu udah oke. Tentukan jadwal sidang komisi

6. Pada saat sidang komisi, bawa pendaftaran kolokium n tentukan hari itu juga kapan kolokium.
Trus kolokium dan lihat masukan-masukan. J

7. Sebisa mungkin semester 3 udah mulai penelitian.

8. Penelitian udh mulai, kira2 udh setengahnya atau lebih, segera bikin jurnal ilmiah dr penelitian kita.

9. Cari tempat penerbitan jurnal (jgn lupa diskusi dgn pembimbing)

10. Kirim naskah jurnal.

11. Lanjutkan penelitian.

12. Disela2 penelitian, mulai nulis buat tesis.

13. Tesis beres, pnelitian beres. Segera konsul pembimbing.

14. Tentukan waktu n daftar sidang komisi 2.

15. Pada hr sebelum sidkom 2, paginya ke pasca n lihat jadwal seminar kosong kapan.

16. Pada saat sidkom 2, usahakan sudah jadi makalah seminar (11 halaman, sudah sama cover).n bawa surat daftar seminar ( jdwalnya jgn di isi dulu)

17. Sidkom 2, tentukan jadwal seminar kapan.
(Setelah lihat jadwal kosong seminar sebelumnya di pasca, usahakan juga jadwal kosong opsi minimal 3 slot)

18. Revisi makalah seminar, sudah oke  n d acc. langsung daftar
(Pengalaman saya, jadwal seminar pasca terisi slot nya cepet bangeeeet, makanya buruan)

19. Daftar seminar

20. Jgn lupa jurnal ilmiah. *selain jurnal ilmiah, anda juga bisa mengikuti seminar internasional sebagai syarat sidang akhir.

21. Seminar.

22. Begitu selesai, revisi makalah seminar.

23. Bicarakan kapan sidang akhir dgn pembimbing.

24. Jurnal terbit (proof reading udah bisa daftar sidang ke pasca, dengan syarat jurnal pasti publish)

25. Sidang akhir.

26. Selamat anda Master

Intinya selama waktu yang digunakan efektif, dan tidak membuang waktu, pasti bisa lulus cepat. 

May 04, 2011

NILAI UJIAN KECIL? YUK BERBAHAGIA.

Yuk usaha

Kawan, Hari ini saya ingin curhat. Bolehkan? curhat total terhadap apa yang terjadi. Ada kisah, seorang anak mahasiswa, belajar telah dengan sungguh-sungguh, bahkan hampir tiap malam belajar untuk mata kuliah itu, setelah melihat hasil nilai akhirnya, sangat menyedihkan. Dia kini sedang terpikuk, sendiri bersama langit-langit kamar yang membelenggu.

Seandainya saja waktu bisa terulang, katanya. Saya meringis merasakan apa yang ia rasakan. Rasanya tidak adil memang, ketika sudah berusaha dengan sekuat tenaga tapi hasil tidak memuaskan. Apalagi jika mata kuliah, menjadi sebuah prioritas utama. Nilai yang keluar, buruk sekali.

Jika ditelaah lebih lanjut, kisah ini memang seringkali terjadi. Mereka menamakan dirinya sebagai kaum minoritas yang selalu tertindas zaman. Zaman dimana kawannya mampu untuk mendapatkan nilai A disetiap matakuliah, tapi dia tetap saja dilevel bawah. Kalah kompetisi dan selalu demikian. Mereka menyalahkan terhadap apa yang ada disekelilingnya.

Jika dia mampu untuk merenung, pasti dia akan lakukan. Namun, saya melihat dengan kepala saya sendiri, dia terdiam. Terpojok butuh perhatian. “Apa yang terjadi kawan?” tanyaku kepadanya. Dia hanya tersenyum penuh misteri. misteri hati yang terkoyak. Dia mengatakan, “nilai saya hancur di mata kuliah itu!”

Ini dia sebuah distorsi. Ketidakseimbangan yang meradang.

Lalu, apa lantas hidupnya akan berakhir gara-gara hal itu?jelas sekali TIDAK. Jangan jadikan hal itu sebagai kesedihan yang mendalam. Sedih memang boleh, tapi sangat tidak direkomendasikan untuk terlalu larut.

Ini memang cobaan. Sebuah jalan untuk penempaan. Rasanya sangat menyakitkan bukan? ketika kita sudah belajar sungguh-sungguh, tapi nilai akhir hancur. tapi, kita sudah berusaha kawan. ini poin yang sangat penting. proses itulah yang akan selalu diingat. Ingatlah kawan, hidup bukan untuk sedih. Hidup diciptakan untuk berbahagia. Jangan sia-siakan dengan kesedihan yang mendalam. Lupakan saja kesedihan itu, jadikan sebuah pacuan untuk lebih baik lagi.

Tidak ada kata terlambat untuk berubah.

April 07, 2011

yuk persiapan ujian besok!

Ujian lagi-ujian lagi. Mungkin itu kata-kata yang bagus untuk seminggu ini. UTS adalah sebuah koreksi diri terhadap ilmu. Ilmu yang telah didapatkan selama 7 minggu sebelumnya dengan 7x pertemuan. Hal ini mungkin dirasa berat, karena begitu banyak menguras tenaga dan fikiran untuk membaca ulang dan menghafalnya.

Kawan, besok saya harus mengikuti 2 ujian. Banyak sekali yang harus dihafal untuk besok. PPB (Pengantar Penelitian Biokimia) saja harus paham jurnal yang lumayan butuh analisis. Berkesan sekali, karena jurnal ini berbahasa bukan Indonesia yaitu bahasa inggris. Tapi, untung saja tadi saya bersama kawan-kawan sudah membahas hal ini dan sudah dikerjakan mindmap nya sehingga mudah dihafal. PPB memang ajib. Open-mouthed smile Gimana gak ajib coba, dengan belajar PPB, saya jadi tahu bagaimana menganalisis protein, karbohidrat dan lemak didalam sampel yang nantinya saya perlukan untuk keperluan penelitian. Ilmu yang tidak murah memang, makanya harus benar-benar mempelajarinya. Pak Waras Nurcholis dan Bu Maria Bintang adalah dosen saya yang mengajar mata kuliah ini. Mereka berdua sungguh sangat hebat. Nerd smile

Satu lagi, Komunikasi kelompok. Mata kuliah yang satu ini tidak bisa diremehkan karena banyak sekali hal yang harus dihafal. Tapi, saya tidak menyesal mengambil mata kuliah ini. Banyak sekali yang sudah didapatkan sebelum UTS kemarin. salah satunya belajar kepemimpinan, tehnik pidato, apalagi ditambah dengan turun lapang menganalisis kelompok yang ada. Waw.. Surprised smile it’s so amazing!

Nah, kawan IPB sudah belum anda belajar buat UTS? pastinya sedang mempersiapkan bukan? yuk kita sama-sama belajar demi ilmu dan demi Indonesia yang lebih baik.

Salam, RT (Ruang Tulisan)

Azmi Azhari

April 05, 2011

[pelajaran kehidupan] belajar dari penjual ketoprak


              Kawan, kehidupan adalah sesuatu yang unik. Kehidupan manusia seringkali banyak hal kompleks yang ditemui. Mulai dari kesulitan hidup, menemukan hikmah, sampai dengan pelajaran kehidupan. Berbicara kehidupan, saya baru saja kemarin malam berbicara dan mewancarai tukang jual ketoprak (tentunya sambil beli ketoprak :) ). Entah karena iseng atau bagaimana, seringkali saya merasa ingin mengenal orang disekitar saya. Sehingga, saya sering memulai obrolan dengan apapun. Dulu, waktu saya akan mengikuti acara keakraban jurusan (Departemen Biokimia red.), saya juga pernah mengobrol bersama supir angkot. Lagi-lagi berbicara tentang kehidupan. Unik memang rasa keingintahuan saya. Mungkin, motivasinya karena saya ingin mencari pelajaran kehidupan yang amat berharga sehingga saya tidak tersesat nantinya. Nanti akan saya bahas di tulisan yang berbeda mengenai kehidupan supir angkot.

Memang sudah lama saya mengenalnya. Karena ketika awal saya menemuinya, saya memakai plat nomor motor E dan ditanya asal. Ternyata kami satu marga yaitu jawa (Dia Tegal, saya cirebon). Mang Bejo namanya dan begitu pula orang memanggilnya. Kawan IPB yang ingin tahu, lokasinya tepat di depan pondok AA BATENG. Singkat cerita saya memulai pembicaraan dengannya mengenai susahnya mencari uang. Mungkin saya memilih topik ini, karena teringat saat sulitnya pencarian dana untuk field trip kelas. Lain kali juga akan saya ceritakan pelajaran kehidupan tentang sulitnya mencari uang.

“mang, susah ya cari uang?” kataku.

“Wah bener banget tuh mas, apalagi zaman sekarang. Dulu waktu saya masih SD, untuk makan saja saja saya susah. Saya malu dari dulu minta sama orang tua. Karena saya melihat orang tua saya susah!”

Saya jadi tertegun dan teringat orang tua saya. Betapa perjuangan kerasnya mencari uang.

“Wah masa mang? Itu dulu gimana?”

“Dulu saya, jadi kuli sawah mas. Macem-macem, bantu pacul, pokonya banyak mas!”

“Wah, hebat ya mang. Dari kecil sudah mandiri!”

“ya, mau gimana lagi mas. Saya mah orang gak mampu. Mas mah enak bisa sekolah tinggi sampai sekarang!”

Sayapun kembali tertegun mengingat keberuntungan saya bisa sekolah sampai sekarang.

“Mang, punya anak?” tanya saya.

“punya mas, masih kecil cowo sama cewe!”

“wah, masih kecil ya mang? Anaknya disuruh jadi wirausaha aja mang! hehe”

“Wah susah mas masih kecil. Anak yang kecil cewe maunya jadi bidan aja mas!”

“Bidan? Wah bagus tuh mang. Sekolahin aja mang. Terus cari beasiswa pasti banyak”

“iya mas, tapikan beasiswa mah buat orang pinter!”

“bisa kok mang! Selain itu, jujur aja sama pihak sekolah kalo kita gak mampu!”

“wah, bener ya mas. Emang mah cuma bisa nasehatin, soalnya susah mas cari uang, apalagi buat sekolah yang biayanya tinggi!”

“iya mang, bisa lah asal ada keinginan”

“Mang, pergaulan anak jaman sekarang kacau ya mang?” tanya saya.
“ini mah gara-gara tipi mas!”

“wah, gara-gara akses informasi begitu mudahnya, Internet juga mang!”

“benar banget ya. Harus hati-hati mang juga. Anak tuh, udah hobi maen mulu. Dulu pernah kepergok gak sekolah gara-gara game online! Anak mang, mang hukum aja, masukin WC!

“hehe.. asal jangan keras-keras mang. Suka membekas mang!”

“iya, mas. Jangan ampe deh nanti pas mang udah tua anak balas dendam!”

“hehe, bener mang!”
 
Banyak sekali yang kami obrolkan. Sampai-sampai terakhir, saya menanyakan tentang berapa pendapatannya seharian. Pendapatannya kalau lagi rame bisa untuk sampai 100rb. Tapi kan saat libur, dia bisa tidak dagang karena mahasiswa jarang ada.
 
Kawan, begitulah singkat cerita yang baru saja saya alami. Kehidupan memang penuh dengan lika-liku dan warna. Ada saatnya susah, ada saatnya bahagia. Manusia hanya mampu berusaha pada akhirnya Tuhanlah yang menentukan.
 
Susahnya cari uang, susahnya mendidik dan membesarkan anak, dan masih banyak yang saya dapatkan hari ini. Begitu banyak hikmah dan pelajaran kehidupan. Saya jadi teringat nasihat orang tua. Nasib seseorang ditentukan oleh dirinya sendiri.
 
Kawan, ayo kita berbagi tentang kehidupan. Tuliskan apa yang terjadi disekitarmu dan berbagilah. Niscaya banyak kawan yang lain mendapatkan hikmah.
Salam,
Redaksi Ruang Tulisan

December 14, 2010

Hargailah yang berbicara di depan

Pagi yang cerah tadi, sekitar pukul 10.00 saya baru saja mengikuti mata kuliah genetika pemuliaan tanaman. Seluruh pengikut mata kuliah itu mengisi kekosongan kelas di fakultas pertanian. Ada satu hal yang menarik yang ingin saya ceritakan. Teman kami, saya tak tahu namanya karena berbeda jurusan.  Dia kebetulan ingin menyampaikan sesuatu di depan kelas. Setelah berjalan ke depan kelas, diapun berbicara sambil memegang microphone. Namun, suasana kelas masih kelihatan gaduh karena memang kuliah belum dimulai.

Ibu dosen telah datang kala teman saya sedang berbicara di depan. Beliaupun menuju di depan kelas. Sosok yang sangat disiplin dan tepat waktu. Tiba-tiba, Beliau memaksa ambil mic, dan berbicara lumayan keras..

“hai.. kalian ini mahasiswa, sudah sepantasnya kalian menghargai orang yang berbicara di depan dengan memperhatikan!” kata dosen itu.

“Teman kalian memang bukan dosen, tapi janganlah liat dari siapa dia, tapi liat apa yang dia katakan!” sahut sang ibu dosen.

Saya menjadi kaget, dan sedikit berfikir. Ini tentang perbaikan etika dalam komunikasi. Suasana yang makin tak tak bersahabat. Teman saya yang lain, masih saja mengobrol.

“Eh, anda yang memakai baju abu! Apakah anda tadi mendengarkan? Apa yang dia katakan?” tanya dosen itu sambil menunjuk teman saya yang berbaju abu.

“i.. iya.. bu, itu.. bla.. bla.. bla...!” sahut teman saya.

Setelah dia menjelaskan, walau terbata, suasana kelas menjadi tampak mulai mencair. Ibu dosen itu, menjelaskan “jika ingin sukses, harus menghargai sesama”.

Itulah cuplikan cerita yang menarik bagi saya. Seseorang yang menghargai akan orang lain akan terbuka jalan menuju sukses. Karena pada dasarnya, kita hidup bersama dengan orang lain dan kita saling membutuhkan. Dengan menghargai orang lain walau dengan hal yang kecil seperti mendengarkan orang berbicara,  kita akan terbiasa dengan hal itu. Karena hal yang besar bermula dari hal yang kecil. Sukses itu hal yang besar. Oleh sebab itu, sukses harus dimulai dari hal yang kecil.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kawan pembaca semua.

Salam,

“Amie” Azmi Azhari