May 31, 2011

Novel Blackbook: Dari Narkoba Hingga Pergaulan Bebas

cover blackbook

Oleh: Azmi Azhari*

Narkoba dan dunia pergaulan yang bebas menjadi sebuah momok yang sangat menakutkan bagi orang tua kepada anak. Orang tua seringkali melarang anaknya dengan mendidik keras secara berlebihan. Ada orang tua yang biasa saja dan percaya kepada anaknya. Ada juga orang tua yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya hingga anaknyapun dititipkan pada pembantunya. Peran orang tua menjadi sangat esensial dalam hal ini. Sebuah kisah inspiratif akan menguak ketakutan ini. Kisah pergaulan bebas dan narkoba hingga seluk beluknya akan anda temukan sebuah sebuah novel yang berjudul “Blackbook” karya Winda Krisnadefa.

Winda Fitriani atau lebih populer dengan nama Winda Krisnadefa istri dari Edu Krisnadefa (Presenter bola di Tvone) adalah seorang novelis yang handal. Salah satu karyanya yang mengesankan adalah novel ini. Bermula dari ngeblog di kompasiana, semua kisah ini, ia satukan menjadi sebuah buku. Sebuah kisah persahabatan antara Ayang, Amel dan Tomi yang terangkai dalam kisah roman yang mengharukan, kisah persahabatan yang mendebarkan dan sebuah fakta dalam hidup. Sebuah persahabatan yang berakhir pada dunia narkoba dan pergaulan bebas. Miris memang saat saya membaca buku ini. Tapi, kisah buku ini sangat menginspirasi untuk berhati hati dalam bergaul dan sebuah perjuangan untuk keluar dari jeratan narkoba.

Ketika saya pertama kali melihat cover buku “blackbook”, saya melihat beberapa buah coretan tulisan diari yang membuat saya makin penasaran. Saya kemudian membalik buku dan membaca cover bagian belakang. Mata saya tertuju pada paragraf pertama di cover belakang itu. Seorang penulis novel Memoar dalam semesta cinta “Pipiet Senja” berkomentar dalam tulisannya: “Membaca karya penulis Kompasiana ini membuatku tersadar bahwa blog sungguh sangat sungguh bisa menjadi ajang ekspresi dalam berkarya. Blackbook saya pertama kali di kompasiana. Kita bisa telisik bab per bab dengan lengkap selengkap kejujuran Winda dalam menuliskannya. Bahasa yang renyah dan gress!”. Kompasiana adalah social media milik Kompas Gramedia. Berbeda dengan Facebook, kompasiana ini adalah ajang berbagi tulisan atau yang lebih dikenal dengan Citizen Journalism. Selain itu, di kompasiana, semua penghuninya bebas berekspresi untuk menuliskan ide-idenya.

Dalam buku ini diceritakan Ayang dan Amel bersahabat sejak SMP. Kisah persahabatan mereka berlanjut sampai SMA hingga mereka bertemu dengan Tomi. Saat Tomi masuk persahabatan mereka ada sebuah perubahan yang terjadi. Ayang mulai menyukai Tomi, begitu pula sebaliknya. Namun, Amel ternyata juga mencintai Tomi. Amel menyembunyikan rasa cintanya, hingga dia memutuskan untuk kuliah ke luar kota. Kisah cinta Ayang dan Tomi, mereka tuliskan dalam sebuah diari berwarna hitam.

Tak diduga setelah mereka kuliah, Tomi terjerat dalam dunia narkoba. Banyak masalah yang terjadi. Orang tua Ayang yang tadinya merestui hubungan mereka tidak mengetahui hal ini. Ayang sengaja menyembunyikannya karena sangat mencintai Tomi dan Ayang mau membantu Tomi untuk keluar dari jeratan narkoba. Pada suatu malam saat mereka sedang berdiskusi di dalam kamar Ayang terjadi sesuatu. Hingga Ayang dikabarkan hamil. Tomi, setelah mengetahui kabar itu, dia memutuskan untuk menggugurkan kandungan Ayang.

Tak disangka, tak lama kemudian Ayang menghilang. Tomipun makin depresi akibat kehilangan Ayang. Hingga akhirnya dia makin terjerumus dalam dunia narkoba. Hal itu diketahui ayah dari Tomi dan memutuskan untuk memindahkan kuliah Tomi di Bandung. Tempat yang kemudian tanpa diduga bertemu sahabat lamanya Amel.

Amel dan Tomi menjalin kisah cinta mereka dan mereka berdua pun terjerumus dalam dunia yang sama, Narkoba. Hingga suatu saat yang tak terduga Ayang sengaja mendatangi kostan Amel untuk menemui Tomi. Sambil mengintip, Ayangpun melihat mereka berdua bergumul dalam seks bebas. Ayang menjadi sangat terpukul, hingga akhirnya memutuskan bunuh diri. Temukan kisah lanjutannya dalam buku ini. Di dalam buku ini juga akan anda temukan kisah dan perasaan orang tua dari mereka bertiga. Sangat mengharukan.

Semua kisah mereka dicatatkan dalam diari hitam. Sekelumit kisah yang memilukan tentang sebuah fakta pergaulan. Orang tua, dan remaja, atau siapapun direkomendasikan membaca novel ini. Setelah anda membacanya, anda akan tahu realita apa saja yang ada di dunia pergaulan. Novel ini bisa anda dapatkan di website leutikaprio (selfpublishing) atau melalui akun kompasiana Winda di kompasiana.com/windafitriani. Semoga bermanfaat.

*seorang blogger kompasiana, pengamat sosial dan mahasiswa IPB.

1 comment: