April 20, 2011

PROSES MENULIS DAN HAMBATANNYA

hambatan menulis

“Aduh, aku gak tau bagaimana memulainya?”. “aku kehabisan tema!”. “aku tak tahu kapan ada waktu untuk menulis!”. “aku lagi gk mood buat nulis!”.

Ilustrasi pernyataan diatas seringkali saya temukan dalam proses menulis. Itulah yang membuat para penulis merasakan hambatan dan kewalahan. Kejadian ini tidak hanya menimpa diri saya, tapi kawan penulis lain juga. Mereka terkadang kehabisan bahan tulisan. Ada juga yang merasakan kesulitan dalam memulai dsb. Proses menulis itu memang sungguh unik.

Kawan, banyak sekali hambatan dalam menulis. Menulis memang bukanlah perkara yang mudah seperti membalikkan tangan. Saya pernah membaca sebuah artikel mengenai cara menulis. Di dalam tulisan itu, berisikan bagaimana proses pemula dalam menulis. Artikel itu berkata bahwa menulis bagi pemula adalah “coba mulai saja, Bisa karena biasa!”. Isi artikel itu yang saya sering terapkan dalam proses penulisan. Keep try it. Hal yang harus digaris bawahi adalah “Mulailah saja!”. Nah ini yang sangat penting bagi kawan pemula yang ingin belajar menulis.

Lalu, bagaimana jika sudah memulai? Selanjutnya adalah proses review ulang tulisan. Baca kembali tulisan kita. Ini adalah proses yang sangat penting. Dalam proses ini, kita akan menemukan berbagai kesalahan penulisan, seperti salah ketik, kata-kata kurang baik, kalimat kurang nyambung dst. Nah, kita yang telah mereview tulisan sendiri akan mengetahui berbagai macam kesalahan tulisan. Dengan ini, kita akan mempermudah untuk memperbaikinya sebelum orang lain membaca tulisan kita. Mereview tulisan, akan membuat kita berperan layaknya pembaca pertama. Dengan begitu, kita akan paham, bagaimana tulisan kita baik atau tidak.

Lalu, jika sudah menulis dan mereview tulisan? Proses selanjutnya adalah publikasikan tulisan ke teman bisa lewat blog, facebook dan lain-lain. Dengan cara ini kita jadi tahu, bagaimana pembaca merespon tulisan kita. Mereka berkomentar atas tulisan kita, bahkan ada juga yang meresapi tulisan kita. Tulisan yang bersifat pribadi, alangkah baiknya jika tidak terlalu diekspos. Itu bisa mencerminkan pribadi kita. Penilaian para pembaca, tidaklah sama. Namun, jika tulisan pribadi yang bersifat ingin mensharekan tentang suatu masalah yang butuh pemecahan, atau sekedar curhat, tidak apalah. Dengan prosesi seperti ini, otak kita jauh dari stress. Karena proses pengeluaran unek-unek sudah terjadi.

Menulis adalah sebuah proses. Menulis akan membuat kita bermanfaat bagi orang lain. Menulis juga akan menyimpan sejarah kita. Menulis juga akan membantu bagi orang-orang yang ingin ber-curhat. Menulis akan melatih kita berkomunikasi. Hal ini pula yang mendasari dalam penyampaian sebuah ide. Dengan menulis inilah akan lahir sebuah ilmu pengetahuan yang tersimpan erat dalam untaian kata-kata.

Kawan, ayo menulis! Kita semua akan merasakan manfaatnya kelak. Karena hidup tak akan pernah berarti jika kita tidak pernah bermanfaat bagi orang lain.

Salam, Redaksi Ruang Tulisan

Azmi Azhari

1 comment:

  1. saya selalu senang menambah teman yg hobi menulis. smoga semangat menulisnya menular pada saya

    ReplyDelete