November 23, 2010

SOLIDARITAS “REAKSI BIOKIMIA” DALAM KEHIDUPAN

Manusia tercipta dengan kebersamaaan. Bagaimana tidak, manusia diciptakan beragam dan saling membutuhkan. Manusia memiliki julukan lain yaitu makhluk sosial. Keterkaitan antara manusia yang satu dengan lainnya akan mempermudah langkah dalam hidup. Ada yang menanam beras, ada yang membuat kompor, ada yang mengolah gas dan minyak, ada yang menjadi koki dan ada juga yang memakan. Solidaritas dalam hidup sangat diperlukan. Kawan semua tidak bisa hidup sendiri.
    Kebersamaan bisa berarti saling bahu membahu dalam mencapai tujuan bersama dan tidak bersifat individualistis. Hal ini bisa kita renungkan dari berbagai reaksi biokimia dalam tubuh. Sebagai contohnya adalah reaksi metabolisme seperti glikolisis dan siklus krebs. Semua komponen bahu membahu memproduksi ATP dan tidak individualistis. Masing-masing memiliki komponen dan kegunaan. Ibarat membangun sebuah bangunan (rumah), semua buruh bangunan bahu membahu. Ada yang membawa batu bata, mencampur semen, estafet menaikkan genteng ke atas rumah, dan ada juga yang membuat pondasi dan tembok. Mereka semua bersatu untuk mencapai tujuan bersama.
    Sekarang, apakah kita tidak peduli terhadap keberadaan orang lain? Ketika ada teman kita yang sakit dan menderita tidak makan, apakah kita masih apatis? Hidup ini keras kawan. Seandainya saja, anda dalam keadaan kritis sedangkan tak ada teman yang membantu, apa yang anda rasakan? Hidup ini selalu berputar, kadang diatas kadang di bawah. Ayo kita bersatu dan solid. Sekali lagi kawan, ayo kita membangun solidaritas yang tinggi. Buktikan kalau kawan semua solid dan tidak apatis.
Amie Azmi Azhari

1 comment: